Ruang Hati

Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Surat Untuk Bapak

Bapak, bagaimana kabarmu? Indahkan suasana ramadhan di sana? Terdengarkah lantunan tasbih dalam tidur panjangmu?


Bapak,

Ini ramadhan kedua tanpa hadirmu di sisi Ibu. Sepi saat kulihat tempat Bapak biasa berbaring dulu. Tak ada lagi yang terkantuk-kantuk di kursi panjang, diiringi lantunan gendhing-gendhing Jawa.

Kamis, 03 November 2011

Bapak Ingin Naik Haji

islamic-awareness.org

Suatu senja di teras rumah, mata Bapak berkaca-kaca, "Bapak ingin naik haji...". Lirih ucapnya ketika itu, namun terdengar jelas di telingaku.

Ah...gurat-gurat kerinduan pada Baitullah yang kulihat di wajah Bapak sungguh menusukku. Aku tahu arti bening bulir air mata yang menggenang di sudut mata Bapak. Bude berangkat haji, dan kerinduan Bapak akan Mekkah kian menggurita karenanya.

Minggu, 23 Oktober 2011

Cincin Perak


Cincin itu kubeli 17 tahun yang lalu. Cincin perak dengan motif sederhana itu menarik perhatianku saat menjelajah pasar Sukowati, Gianyar Bali. Begitu tertariknya membuatku ngotot menawar cincin itu lebih dari setengah harga yang ditawarkan perempuan penjualnya. Ketika cincin itu berhasil menjadi milikku dengan harga cukup miring, tak bosannya kupandang cincin itu sepanjang perjalanan pulang ke hotel bahkan hingga pulang ke Purwokerto. Cincin itu begitu indah tersemat di jariku saat itu. Meski hanya sebuah cincin perak sederhana.

Jumat, 21 Oktober 2011

Dalam Bias Masa Lalu




Tunggu, 10 meniittt saja, please?
Aku termangu, tak tahu harus menjawab apa SMS dari Bimo kali ini.
Please?
Aku menghela nafas, bingung. Kebingungan yang mungkin terbaca oleh Bimo di ujung sana, dan memutuskan menelponku. Ragu, aku mengangkatnya.
Aku hanya ingin bertemu.... kalaupun 10 menit terlalu banyak, ijinkan aku walau hanya 1 menit saja...
Ahhh....aku kehabisan kata-kata, tak tahu harus bilang apa. Rasa dan logikaku tak sejalan, hati dan otakku tak seirama. Batinku bagai terbelah, saling beradu, antara iya dan tidak.

Kamis, 20 Oktober 2011

Pada Sebuah Kota


Begitu lama aku tak berkunjung ke kota ini. Membuatku sedikit merasa asing saat menyusuri jalan - jalan yang dulu sering kulalui. Sejuta kisah dan kenangan kembali menyeruak, membuat dadaku sedikit sesak.

Menyusuri jalan sendiri, melewati tempat aku bersekolah di masa SMA. Tercenung sesaat di depan gedung sekolahku dulu yang sudah berubah menyesuaikan jaman. Ah…bayangan masa SMA itu kembali berkelebat seperti potongan adegan dalam sebuah film.