
Siang itu, aku pulang dengan wajah meringis. Bukan karena turun gerimis, tapi karena sesuatu yang membuatku miris. Aku takut dimarahi karena pulang dengan kaki bengkak dan pincang. Untuk berjalan pun saat itu aku dibantu teman-temanku. Umurku baru 8 tahun saat itu, saat aku terjatuh dari pohon Karsen dekat masjid yang tingginya sekian meter. Punggung telapak kaki kananku retak, dan harus digips sekian lama karena terjatuh dari pohon itu. Berjalan pun dibantu tongkat
kruk atau digendong kakak-kakakku kesana kemari. Orang tua dan saudara-saudaraku hanya bilang, "makanya jangan
penekan melulu, kalau jatuh